Rahasia Gowes Jauh (Long Ride) Tanpa Tepar: Tips Biar Tetap Gacor Sampai Garis Finish!
Pengen pecah rekor jarak gowes terjauh tapi takut tepar di tengah jalan? Cek tips lengkap persiapan Long Ride: mulai dari trik hemat tenaga (pacing), rahasia amunisi perut, sampai mental juara biar gak gampang menyerah!
![]() |
| Image by : bicycling.com |
Tantangan Baru, Bukan Sekadar Gaya-gayaan
Halo, Sobat Gowes
Pernah nggak sih kamu ngeliat temen posting di Strava gowes sampai 100km atau lebih, terus batin kamu bilang: "Gila ya, kok dia kuat banget? Gue 20km aja udah mau pingsan!" Tenang, Sob. Rahasia gowes jauh itu bukan cuma soal kaki yang berotot kayak kawat, tapi soal strategi yang cerdas. Long ride itu ibarat maraton, bukan sprint. Kalau kamu nekat langsung "ngegas" di awal, ya siap-siap aja bonking alias habis bensin sebelum sampai tengah jalan.
Kuy, kita bedah gimana cara masterin gowes jarak jauh biar kamu tetap bisa senyum pas sampai di tujuan!
1. Jangan "Sok Jago" di Awal (Manajemen Pacing)
Kesalahan nomor satu pesepeda pas mau long ride adalah terlalu semangat di 10 kilometer pertama. Karena merasa masih seger, mereka langsung tancap gas. Padahal, itu jebakan batman!
- Triknya: Mulailah dengan intensitas yang rasanya "terlalu pelan". Kalau kamu punya alat pengukur detak jantung (HR), usahakan tetap di Zone 2.
- Kenapa? Di zona ini, tubuh kamu lagi belajar pakai lemak sebagai bahan bakar utama, jadi cadangan gula (glikogen) di otot nggak cepat ludes.
2. Makan Sebelum Lapar, Minum Sebelum Haus
Jangan sombong dengan bilang "Ah, gue belum laper kok". Pas kamu ngerasa laper di tengah jalan, itu tandanya tubuh kamu udah telat dapet asupan tenaga.
- Jadwal Makan: Pasang alarm setiap 45–60 menit buat makan camilan kecil (energi bar, pisang, atau kurma).
- Hidrasi: Minum sedikit-sedikit tapi sering. Jangan lupa air yang mengandung elektrolit biar kamu nggak kram gara-gara mineral tubuh keluar lewat keringat.
3. Ubah Posisi Biar Gak Jadi "Kanebo Kering"
Duduk di sadel berjam-jam itu berat, Sob. Biar nggak kaku dan kesemutan, kamu harus aktif gerak di atas sepeda:
- Ganti Posisi Tangan: Kalau pakai dropbar, pindahin tangan dari hoods ke drops atau ke tops setiap 15 menit.
- Berdiri Sejenak: Setiap 20 menit, coba berdiri dari sadel selama 10-20 detik buat melancarkan aliran darah di area "selangkangan" dan ngeregangin punggung bawah.
4. "Cicil" Jaraknya, Jangan Liat Totalnya
Kalau kamu mikirin "Masih ada 80km lagi nih", mental kamu pasti langsung drop.
- Strategi: Bagi rute kamu jadi potongan-potongan kecil. Misalnya, fokus sampai ke minimarket di KM 30 dulu buat istirahat. Setelah itu, fokus ke tanjakan di KM 50.
- Hasilnya: Target kecil lebih gampang dicapai dan bikin otak kamu tetap semangat karena ngerasa dapet "kemenangan" berulang kali.
Quote Gaul: "Bukan jaraknya yang bikin capek, tapi cara kamu mikirin jarak itu."
5. Cek "Alat Perang" Semalam Sebelumnya
Nggak ada yang lebih nyebelin daripada ban bocor atau rantai putus di tengah rute sepi gara-gara kurang persiapan.
Cek Ban: Pastikan tekanannya pas. Terlalu keras bikin badan pegal, terlalu empuk bikin berat dikayuh.
Lumasi Rantai: Rantai yang kering bikin gowes kerasa lebih berat dan suaranya berisik banget (bikin emosi!).
Tool Kit: Wajib bawa ban dalam cadangan, pompa mini, dan kunci L serbaguna.
Long Ride Itu Soal Menikmati Proses
Long ride bukan soal siapa yang paling cepat sampai, tapi soal siapa yang paling menikmati perjalanan dan berhasil pulang dengan selamat (dan sehat!). Jangan lupa ajak temen yang frekuensinya sama, biar ada temen ngobrol pas lagi capek-capeknya.
Nah, sudah siap buat pecahin rekor jarak terjauh kamu minggu ini? Ingat, gaskun secukupnya, nikmati sepuasnya!

Post a Comment